<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Rianaoktoviana's Weblog</title>
	<atom:link href="http://rianaoktoviana.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rianaoktoviana.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 22 Aug 2008 02:58:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='rianaoktoviana.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Rianaoktoviana's Weblog</title>
		<link>http://rianaoktoviana.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://rianaoktoviana.wordpress.com/osd.xml" title="Rianaoktoviana&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://rianaoktoviana.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://rianaoktoviana.wordpress.com/2008/08/22/6/</link>
		<comments>http://rianaoktoviana.wordpress.com/2008/08/22/6/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Aug 2008 02:58:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rianaoktoviana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rianaoktoviana.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[          Suami saya adalah seorang insinyur, saya mencintai sifatnya yang alami dan saya menyukai perasaan hangat yang muncul di hati saya ketika saya bersandar di bahunya yang bidang.           Tiga tahun dalam masa perkenalan, dan dua tahun dalam masa pernikahan, saya harus akui, bahwa saya mulai merasa lelah, alasan2 saya mencintainya dulu telah berubah menjadi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rianaoktoviana.wordpress.com&amp;blog=4475551&amp;post=6&amp;subd=rianaoktoviana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="line-height:14.4pt;text-align:left;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#333333;font-family:&quot;">          Suami saya adalah seorang insinyur, saya mencintai sifatnya yang alami dan saya menyukai perasaan hangat yang muncul di hati saya ketika saya bersandar di bahunya yang bidang.</span><span style="color:#333333;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></span></p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;"><span style="font-size:12pt;color:#333333;font-family:&quot;">          Tiga tahun dalam masa perkenalan, dan dua tahun dalam masa pernikahan, saya harus akui, bahwa saya mulai merasa lelah, alasan2 saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan.</span><span style="font-size:12pt;color:#333333;font-family:&quot;"> </span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="font-size:12pt;color:#333333;font-family:&quot;">          Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar2 sensitif serta berperasaan halus. Saya merindukan saat2 romantis seperti seorang anak yang menginginkan permen. Tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan. Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan. Rasa sensitifnya kurang dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana romantis dalam pernikahan kami telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal.</span><span style="font-size:12pt;color:#333333;font-family:&quot;"> </span><span style="font-size:12pt;color:#333333;font-family:&quot;"></span><span style="font-size:12pt;color:#333333;font-family:&quot;">         Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya, bahwa saya menginginkan perceraian. <em><strong>”Mengapa</strong>?”</em> dia bertanya dengan terkejut. <strong><em>”Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan.”</em> </strong>Dia terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, tampak seolah2 sedang mengerjakan sesuatu padahal tidak. Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan darinya?</span></p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;"> </p>
<p style="text-align:left;"><span style="font-size:12pt;color:#333333;font-family:&quot;"> </span><span style="font-size:12pt;color:#333333;font-family:&quot;">          Dan akhirnya ia bertanya, ”Apa yang dapat saya lakukan untuk merubah pikiranmu?” Saya menatap matanya dalam2 dan menjawab dengan pelan, <em><strong>”Saya punya pertanyaan, jika kau dapat menemukan jawabannya di dalam hati saya, saya akan merubah pikiran saya ; seandainya, saya menyukai setangkai bunga indah yang ada di tebing gunung dan kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan mati. Apakah kamu akan melakukannya untuk saya?”</strong></em></span><span style="font-size:12pt;color:#333333;font-family:&quot;"><strong> </strong></span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="font-size:12pt;color:#333333;font-family:&quot;">          Dia termenung dan akhirnya berkata <em><strong>”Saya akan memberikan jawabannya besok”.</strong></em> Hati saya langsung gundah mendengar responnya. Keesokan paginya, dia tidak ada di rumah, dan saya menemukan selembar kertas dengan oret oretan tangannya dibawah sebuah gelas yang berisi susu hangat yang bertuliskan. &#8230;&#8230;.</span><span style="font-size:12pt;color:#333333;font-family:&quot;"> </span><span style="font-size:12pt;color:#333333;font-family:&quot;"></span><span style="font-size:12pt;color:#333333;font-family:&quot;"><strong>”<em>Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya.”</em></strong> Kalimat pertama ini menghancurkan hati saya. Saya melanjutkan untuk membacanya.</span><span style="font-size:12pt;color:#333333;font-family:&quot;"> </span></p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;"> </p>
<p><em><span style="font-size:12pt;color:#333333;font-family:&quot;"><strong>”Kamu bisa mengetik di komputer dan selalu mengacaukan program di PC-nya dan akhirnya menangis di depan monitor, saya harus memberikan jari2 saya supaya bisa membantumu dan memperbaiki programnya.”</strong></span></em><span style="font-size:12pt;color:#333333;font-family:&quot;"> </span></p>
<p style="text-align:left;"><em><span style="font-size:12pt;color:#333333;font-family:&quot;"><strong>”Kamu selalu lupa membawa kunci rumah ketika kamu keluar rumah, dan saya harus memberikan kaki saya supaya bisa mendobrak pintu, dan membukakan pintu untukmu ketika pulang.”</strong></span></em><span style="font-size:12pt;color:#333333;font-family:&quot;"> </span><span style="font-size:12pt;color:#333333;font-family:&quot;"></span><strong><em><span style="font-size:12pt;color:#333333;font-family:&quot;">”Kamu suka jalan2 ke luar kota tetapi selalu nyasar di tempat2 baru yang kamu kunjungi, saya harus menunggu di rumah agar bisa memberikan mata saya untuk mengarahkanmu.”</span></em><span style="font-size:12pt;color:#333333;font-family:&quot;"> </span></strong></p>
<p style="text-align:left;"> </p>
<p style="text-align:left;"><strong><em><span style="font-size:12pt;color:#333333;font-family:&quot;">”Kamu selalu pegal2 pada waktu ’teman baikmu’ datang setiap bulannya dan saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kakimu yang pegal.”</span></em><span style="font-size:12pt;color:#333333;font-family:&quot;"> </span></strong><span style="font-size:12pt;color:#333333;font-family:&quot;"></span><strong><em><span style="font-size:12pt;color:#333333;font-family:&quot;">”Kamu senang diam di rumah, dan saya selalu kuatir kamu akan menjadi ’aneh’ dan saya membelikan sesuatu yang dapat menghiburmu di rumah atau meminjamkan lidahku untuk menceritakan hal2 lucu yang aku alami.”</span></em><span style="font-size:12pt;color:#333333;font-family:&quot;"> </span></strong></p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;"> </p>
<p style="text-align:left;"><strong><em><span style="font-size:12pt;color:#333333;font-family:&quot;">”Kamu selalu menatap komputermu, membaca buku dan itu tidak baik untuk kesehatan matamu, saya harus menjaga mata saya agar ketika kita tua nanti, saya masih dapat menolong mengguntingkan kukumu dan mencabuti ubanmu.”</span></em><span style="font-size:12pt;color:#333333;font-family:&quot;"> </span></strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong><em><span style="font-size:12pt;color:#333333;font-family:&quot;">”Tanganku akan memegang tanganmu, membimbingmu menelusuri pantai, menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna2 bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajahmu.”</span></em><span style="font-size:12pt;color:#333333;font-family:&quot;"> </span></strong><span style="font-size:12pt;color:#333333;font-family:&quot;"></span><em><span style="font-size:12pt;color:#333333;font-family:&quot;"><strong>“Tetapi, sayangku saya tidak akan mengambil bunga itu untuk mati. Karena saya tidak sanggup melihat air matamu mengalir menanggisi kematianku.”</strong></span></em><strong><span style="font-size:12pt;color:#333333;font-family:&quot;"><br />
</span><em><span style="font-size:12pt;color:#333333;font-family:&quot;">”Sayangku, saya tahu, ada banyak orang yang bisa mencintaimu lebih dari saya mencintaimu, untuk itu sayang, jika semua yang telah diberikan tanganku, kakiku, mataku, tidak cukup bagimu. Aku tidak bisa menahan dirimu mencari tangan, kaki, dan mata lain yang dapat membahagiakanmu.”</span></em></strong></p>
<p style="text-align:left;"> </p>
<p style="text-align:left;"><em></em><span style="font-size:12pt;color:#333333;font-family:&quot;"> </span><span style="font-size:12pt;color:#333333;font-family:&quot;">Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur, tetapi saya tetap berusaha untuk membacanya.</span><span style="font-size:12pt;color:#333333;font-family:&quot;"> </span></p>
<p style="text-align:left;"><strong><em><span style="font-size:12pt;color:#333333;font-family:&quot;">”Dan sekarang, sayangku&#8230; kamu telah selesai membaca jawaban saya. Jika kamu puas dengan semua jawaban ini, dan tetap menginginkanku untuk tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang sudah berdiri di sana menunggu jawabanmu.”</span></em><span style="font-size:12pt;color:#333333;font-family:&quot;"> </span></strong><span style="font-size:12pt;color:#333333;font-family:&quot;"></span><em><span style="font-size:12pt;color:#333333;font-family:&quot;"><strong>”Jika kamu tidak puas, sayangku biarkan aku masuk untuk membereskan barang2ku, dan aku tidak akan mempersulit hidupmu. Percayalah, bahagiaku bila kau bahagia.”</strong></span></em><span style="font-size:12pt;color:#333333;font-family:&quot;"> </span><span style="font-size:12pt;color:#333333;font-family:&quot;"></span><span style="font-size:12pt;color:#333333;font-family:&quot;">Saya segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaanku.</span><span style="font-size:12pt;color:#333333;font-family:&quot;"> </span><span style="font-size:12pt;color:#333333;font-family:&quot;"></span><span style="font-size:12pt;color:#333333;font-family:&quot;">Oh, kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih dari dia mencintaiku. Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur2 hilang dari hati kita karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.</span></p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;"> </p>
<p style="text-align:left;"> </p>
<p style="text-align:left;"> </p>
<p style="text-align:left;"><span style="font-size:12pt;color:#333333;font-family:&quot;"> </span><span style="font-size:12pt;color:#333333;font-family:&quot;">Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan kita, dan bukan mengharapkan wujud tertentu. Karena cinta tidak selalu harus berwujud ”Bunga”.</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rianaoktoviana.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rianaoktoviana.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rianaoktoviana.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rianaoktoviana.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rianaoktoviana.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rianaoktoviana.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rianaoktoviana.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rianaoktoviana.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rianaoktoviana.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rianaoktoviana.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rianaoktoviana.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rianaoktoviana.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rianaoktoviana.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rianaoktoviana.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rianaoktoviana.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rianaoktoviana.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rianaoktoviana.wordpress.com&amp;blog=4475551&amp;post=6&amp;subd=rianaoktoviana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rianaoktoviana.wordpress.com/2008/08/22/6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/db8c767d72a21873961219387ae05f52?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">rianaoktoviana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://rianaoktoviana.wordpress.com/2008/08/11/3/</link>
		<comments>http://rianaoktoviana.wordpress.com/2008/08/11/3/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Aug 2008 07:19:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rianaoktoviana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rianaoktoviana.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Pernikahan adalah Sekolah Cinta     Bertahun-tahun yang lalu, saya berdoa kepada Tuhan untuk memberikan saya pasangan, &#8220;Engkau tidak memiliki pasangan karena engkau tidak memintanya&#8221;, Tuhan menjawab. Tidak hanya saya meminta kepada Tuhan,seraya menjelaskan kriteria pasangan yang saya inginkan. Saya menginginkan pasangan yang baik hati,lembut, mudah mengampuni, hangat, jujur, penuh dengan damai dan sukacita, murah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rianaoktoviana.wordpress.com&amp;blog=4475551&amp;post=3&amp;subd=rianaoktoviana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="100%"><span style="font-size:small;color:#0000ff;font-family:Trebuchet MS;"><strong>Pernikahan adalah Sekolah Cinta </strong></span></td>
</tr>
<tr>
<td><span style="font-size:small;color:#0000ff;"><strong> </strong></span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><span style="font-size:small;color:#0000ff;font-family:Trebuchet MS;"> </span></p>
<table border="0" width="100%">
<tbody>
<tr valign="top">
<td width="100%"><span style="font-size:small;color:#0000ff;font-family:Trebuchet MS;">Bertahun-tahun yang lalu, saya berdoa kepada Tuhan untuk memberikan saya pasangan, &#8220;Engkau tidak memiliki pasangan karena engkau tidak memintanya&#8221;, Tuhan menjawab. </span><br />
<span style="font-size:small;color:#0000ff;font-family:Trebuchet MS;">Tidak hanya saya meminta kepada Tuhan,seraya menjelaskan kriteria pasangan yang saya inginkan. Saya menginginkan pasangan yang baik hati,lembut, mudah mengampuni, hangat, jujur, penuh dengan damai dan sukacita, murah hati, penuh pengertian, pintar, humoris, penuh perhatian. Saya bahkan memberikan kriteria pasangan tersebut secara fisik yang selama ini saya impikan.</p>
<p>Sejalan dengan berlalunya waktu,saya menambahkan daftar kriteria yang saya inginkan dalam pasangan saya. Suatu malam, dalam doa, Tuhan berkata dalam hati saya, &#8220;HambaKu, Aku tidak dapat memberikan apa yang engkau inginkan.&#8221;</p>
<p>Saya bertanya, &#8220;Mengapa Tuhan?&#8221; dan Ia! menjawab, &#8220;Karena Aku adalah Tuhan dan Aku adalah Adil. Aku adalah Kebenaran dan segala yang Aku lakukan adalah benar.&#8221;</p>
<p>Aku bertanya lagi, &#8220;Tuhan, aku tidak mengerti mengapa aku tidak dapat memperoleh apa yang aku pinta dariMu?&#8221;</p>
<p>Jawab Tuhan, &#8220;Aku akan menjelaskan kepadamu. Adalah suatu ketidakadilan dan ketidakbenaran bagiKu untuk memenuhi keinginanmu karena Aku tidak dapat memberikan sesuatu yang bukan seperti engkau. Tidaklah adil bagiKu untuk memberikan seseorang yang penuh dengan cinta dan kasih kepadamu jika terkadang engkau masih kasar; atau memberikan seseorang yang pemurah tetapi engkau masih kejam; atau seseorang yang mudah mengampuni, tetapi engkau sendiri masih suka menyimpan dendam; seseorang yang sensitif, namun engkau sendiri tidak&#8230;&#8221;</p>
<p>Kemudian Ia berkata kepada saya, &#8220;Adalah lebih baik jika Aku memberikan kepadamu seseorang yang Aku tahu dapat menumbuhkan segala kualitas yang engkau cari selama ini daripada membuat engkau membuang waktu mencari seseorang yang sudah mempunyai semua itu. Pasanganmu akan berasal dari tulangmu dan dagingmu, dan engkau akan melihat dirimu sendiri di dalam dirinya dan kalian berdua akan menjadi satu. Pernikahan adalah seperti sekolah, suatu pendidikan jangka panjang. Pernikahan adalah tempat dimana engkau dan pasanganmu akan saling menyesuaikan diri dan tidak hanya bertujuan untuk menyenangkan hati satu sama lain, tetapi untuk menjadikan kalian manusia yang lebih baik, dan membuat suatu kerjasama yang solid. Aku tidak memberikan pasangan yang sempurna karena engkau tidak sempurna. Aku memberikanmu seseorang yang dapat bertumbuh bersamamu&#8221;.</p>
<p>Ini untuk : yang baru saja menikah, yang sudah menikah, yang akan menikah dan yang sedang mencari, </span><span style="font-size:small;color:#ff007f;font-family:Trebuchet MS;"><strong><span style="text-decoration:underline;">khususnya yang sedang mencari.</span></strong></span><span style="font-size:small;color:#0000ff;font-family:Trebuchet MS;"></p>
<p>JIKA&#8230;</p>
<p>Jika kamu memancing ikan&#8230;..<br />
Setelah ikan itu terikat di mata kail, hendaklah kamu mengambil Ikan itu&#8230;..<br />
Janganlah sesekali kamu lepaskan ia semula ke dalam air begitu saja&#8230;.<br />
Karena ia akan sakit oleh karena bisanya ketajaman mata kailmu dan mungkin ia akan menderita selagi ia masih hidup.</p>
<p>Begitulah juga setelah kamu memberi banyak pengharapan kepada seseorang&#8230; .<br />
Setelah ia mulai menyayangimu hendaklah kamu menjaga hatinya&#8230;..<br />
Janganlah sesekali kamu meninggalkannya begitu saja&#8230;&#8230;<br />
Karena ia akan terluka oleh kenangan bersamamu dan mungkin tidak dapat melupakan segalanya selagi dia mengingat&#8230; ..</p>
<p>Jika kamu menadah air biarlah berpada, jangan terlalu mengharap pada takungannya dan janganlah menganggap ia begitu teguh&#8230;&#8230;cukuplah sekadar keperluanmu. &#8230;&#8230;<br />
Apabila sekali ia retak tentu sukar untuk kamu menambalnya semula&#8230;&#8230;<br />
Akhirnya ia dibuang&#8230;.. .<br />
Sedangkan jika kamu coba memperbaikinya mungkin ia masih dapat dipergunakan lagi&#8230;..</p>
<p>Begitu juga jika kamu memiliki seseorang, terimalah seadanya&#8230;. .<br />
Janganlah kamu terlalu mengaguminya dan janganlah kamu menganggapnya Begitu istimewa&#8230;. .<br />
Anggaplah ia manusia biasa.<br />
Apabila sekali ia melakukan kesilapan bukan mudah bagi kamu untuk menerimanya. Akhirnya kamu kecewa dan meninggalkannya.<br />
Sedangkan jika kamu memaafkannya boleh jadi hubungan kamu akan terus Hingga ke akhirnya&#8230;. .</p>
<p>Jika kamu telah memiliki sepinggan nasi yang pasti baik untuk dirimu. Mengenyangkan. Berkhasiat. Mengapa kamu berlengah, coba mencari makanan yang lain&#8230;.<br />
Terlalu ingin mengejar kelezatan. Kelak, nasi itu akan basi dan kamu tidak boleh memakannya. kamu akan menyesal.</p>
<p>Begitu juga jika kamu telah bertemu dengan seorang insan yang membawa kebaikan kepada dirimu. Menyayangimu. Mengasihimu. Mengapa kamu berlengah, coba bandingkannya dengan yang lain. Terlalu mengejar kesempurnaan. Kelak, kamu akan kehilangannya; apabila dia menjadi milik orang Lain kamu juga akan menyesal. </span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rianaoktoviana.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rianaoktoviana.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rianaoktoviana.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rianaoktoviana.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rianaoktoviana.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rianaoktoviana.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rianaoktoviana.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rianaoktoviana.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rianaoktoviana.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rianaoktoviana.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rianaoktoviana.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rianaoktoviana.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rianaoktoviana.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rianaoktoviana.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rianaoktoviana.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rianaoktoviana.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rianaoktoviana.wordpress.com&amp;blog=4475551&amp;post=3&amp;subd=rianaoktoviana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rianaoktoviana.wordpress.com/2008/08/11/3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/db8c767d72a21873961219387ae05f52?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">rianaoktoviana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://rianaoktoviana.wordpress.com/2008/08/11/hello-world/</link>
		<comments>http://rianaoktoviana.wordpress.com/2008/08/11/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Aug 2008 06:53:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rianaoktoviana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rianaoktoviana.wordpress.com&amp;blog=4475551&amp;post=1&amp;subd=rianaoktoviana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rianaoktoviana.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rianaoktoviana.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rianaoktoviana.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rianaoktoviana.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rianaoktoviana.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rianaoktoviana.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rianaoktoviana.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rianaoktoviana.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rianaoktoviana.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rianaoktoviana.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rianaoktoviana.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rianaoktoviana.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rianaoktoviana.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rianaoktoviana.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rianaoktoviana.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rianaoktoviana.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rianaoktoviana.wordpress.com&amp;blog=4475551&amp;post=1&amp;subd=rianaoktoviana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rianaoktoviana.wordpress.com/2008/08/11/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/db8c767d72a21873961219387ae05f52?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">rianaoktoviana</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
